Tuesday, April 3, 2012

Kesehatan Mental


So, this
is life
Seiring bertambahnya umur kita setiap tahun, bertambah pula pengalaman yang berpengaruh sama perubahan gaya hidup kita. Yuk, ikut gue naik mesin waktu untuk mengingat kembali beberapa periode yang kita alami sesuai bergantinya umur kita.


"Aku mau jadi pembalap mobil nasional"

3-8 tahun
Inilah usia yang disebut golden age, dimana kamu mulai mnyerap segala hal dari lingkungan yang bakal mempengaruhi pembentukan kepribadian kamu. Kata-kata yang menggambarkan kamu di usia ini adalah: haus perhatian! Mulai dari susah disuruh makan sebelum mama janji membelikan mainan, sampai bĂȘte kalau ortu sibuk dan enggak bisa menemani kamu main. Intinya, kamu Cuma mau perhatian mereka terpusat pada kamu. Di sekitar umur ini, kamu sudah punya cita-cita misalnya ingin jadi dokter, pilot, atau penyanyi walaupun alasanmu memilih profesi tersebut semata karena terlihat keren karena kamu belum terlalu mengerti apa saja proses yang harus dilewati untuk mewujudkannya.



"Lagu ciptaanku harus bisa bikin si dia deg-degan nih"


9-15 tahun
Di sini, kamu memasuki tahap awal usia remaja. Kalau dulu kamu selalu minta perhatian dari orang tua, sekarang kamu mulai minta diberi kebebaan. Misalnya, ingin punya kamar tidur sendiri, memilih baju yang sesuai seleramu, atau berlibur bersama teman-teman. Kamu mulai menginginkan perhatian dari teman-temanmu, termasuk yang cowok. Yup, inilah masa dimana kamu mulai tertarik sama lawan jenis dan penasaran sama yang namanya pacaran. Bahkan ada yang sengaja ikut ekskul tertentu demi dekat sama cowok gebetan yang jadi anggotanya. Enggak heran kalau kamu juga mulai rela menyambut kedatangan band favoritmu di airport!


"Future, here we come!"

16-19 tahun
Karena sudah merasa cukup dewasa untuk mengambil keputusan, di tahap ini kamu mungkin saja mengalami banyak terjadi konflik, terutama saat berhadapan sama ortu. Mulai dari komentar mereka soal nilai, jam pulang malam, sampai tentang pacaran bisa saja bikin kamu dan ortu adu mulut. Dilema tentang kampus dan jurusan yang akan dipilih setelah tamat SMA biasanya jadi puncak di mana kamu diuji untuk mencari tahu apa keinginanmu yang sebenarnya. Kalau waktu kecil pilihan cita-citamu terbatas, sekarang kamu punya lebih banyak pilihan karena pengetahuanmu tentang dunia juga bertambah.


"Akhirnya kita nikah juga..."
20-25 tahun
Memasuki tahap ini, kamu mulai memikirkan masa depan dengan lebih serius lagi. Selain menentukan karir yang akan kamu pilih, kamu sudah harus pintar menyusun strategi untuk meraih prestasi dalam karir tersebut. Dalam hal memilih cowok, sudah lebih banyak yang harus dipertimbangkan supaya kamu bisa merasa benar-benar nyaman sama pasanganmu. Tergantung sama ortu jadi hal yang enggak ingin kamu teruskan lagi. Makanya, kemungkinan besar kamu bakal merasa enggak enak minta uang jajan, dan bahkan lebih ingin bisa menghasilkan uang untuk kedua ortumu supaya mereka bangga sama kamu. Kamu sudah sadar bahwa kamu harus memanfaatkan waktu yang kamu punya sebaik-baiknya untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna bagi dirimu. Intinya, di usia ini kamu mulai memikirkan rencana jangka panjang.
 



THE ICONIC AGE


Sweet 17
Usia 17 tahun adalah usia yang paling ditunggu-tunggu karena di bagian hidup ini kamu dianggap sudah dewasa di mata hukum dan dapat izin untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya enggak bisa kamu lakukan. Misalnya: ikut pemilu, punya KTP, bikin SIm dan punya rekening bank pribadi. Yay! Memang banyak ‘kemewahan’ yang bisa kamu dapatkan di usia 17 tahun, itu sebabnya banyak yang merayakan ulang tahun ke-17 dengan pesta lebih meriah daripada biasanya. Enggak heran juga kalau banyak film dan lagu yang memakai angka 17 sebagai judulnya, seperti film 17 again, dan lagunya Stevie Nicks, Edge of Seventeen. That’s because being 17 is very special.



Life begins at 40

Istilah ini sering diberikan untuk cowok-cowok karena kebanyakan cowok akan mengalami puber kedua di usia 40 tahun. Rata-rata perilaku cowok yang sudah memasuki usia 40 tahun akan kembali lagi seperti perilaku mereka ketika masih remaja dimana mereka jadi lebih bersemangat. Namun, banyak juga yang bilang kalau the real life baru akan dimulai saat memasuki usia 40. Soalnya, semakin dewasa, problem yang akan dihadapi juga makin serius. Di usia 40 tahun, bisa jadi kamu sudah memiliki karir yang mapan dan punya keluarga sendiri. Jadi, focus pikiranmu mulai terbagi ke beberapa hal terutama untuk anak. Yup, mengurus anak! Kalau dulu kamu punya posisi orang tua yang harus siap menghadapi berbagai perilaku anak-anak di tahapan usia yang seperti dijabarkan sebelumnya.


Intinya. . .
Semakin bertambahnya usia, kita dituntut untuk lebih dewasa. Memang enggak gampang beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada, dan ada kalanya kita merasa enggak siap atau malah siap banget. Kalian pasti sering mendengar istilah ‘sok tua’ atau ‘sok muda’. Orang sering disebut ‘sok tua’ karena bertingkah terlalu dewasa daripada umurnya sehingga dianggap sok tahu atau dikatakan ‘sok muda’ kalau kelakuannya yang masih kekanak-kanakan dan enggak bisa diatur. Sebenarnya sih kita punya kebebasan untuk menentukan bagaimana kita mau bersikap, tapi tentunya dengan syarat harus tetap bertanggung jawab sama tindakan-tindakan kita. Yang perlu kita ingat adalah: saying banget kalo kita jadi enggak disukai orang lain cuma karena kita enggak bisa bersifat dewasa atau berjiwa muda di saat-saat yang tepat. Makanya, bersamaan dengan bertambahnya umur kita ada baiknya kalau kita selalu instropeksi diri dan berusaha untuk meningkatkan kualitas kepribadian kita. Setuju? ;)


I enjoy every moments of my young age. The smiles, the laugh, the fun, the love, the sad, the bad, even the ugly. Because when we are young, we have nothing to lose. All we need to do is just learning along the way.                             


No comments:

Post a Comment